banner 728x250

Aksi Pembakaran Usai Pengeroyokan di Depan TMP Kalibata, Polisi Dalami Motif dan Pelaku

JAKARTA,Lintassejahteranews.com — Situasi di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, memanas pada Kamis (11/12) sore setelah aksi pengeroyokan yang menewaskan seorang pria mata elang (matel) disusul dengan pembakaran sejumlah tenda pedagang kaki lima (PKL) dan beberapa sepeda motor. Peristiwa ini memicu kepanikan warga sekitar dan menjadi viral setelah terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Menurut laporan aparat, setidaknya ada enam titik api yang muncul tak lama setelah aksi pengeroyokan tersebut. Kobaran api sempat membesar, namun berhasil dikendalikan berkat upaya cepat para pemilik warung dan warga yang masih berada di lokasi.

Diduga Terkait Aksi Balas Dendam

Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, mengatakan pembakaran tenda dan kendaraan itu diduga kuat merupakan aksi balas dendam setelah tewasnya salah satu anggota mata elang dalam insiden pengeroyokan tersebut.

Baca Juga:  Polisi Buru Pria yang Diduga Membunuh 2 Orang di Lobu, Banggai

“Titik api tadi ada sekitar enam lokasi. Beruntung cepat dipadamkan oleh pemilik warung yang masih buka. Untuk warung yang terbakar, kami belum bisa menghitung kerugiannya,” ujar Mansur saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Ia menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan keterlibatan kelompok tertentu dalam aksi pembakaran tersebut. “Sampai saat ini kami belum bisa memastikan siapa pelakunya. Masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Kronologi Pengeroyokan

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat, insiden pengeroyokan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Dua pria mata elang dilaporkan tengah menghentikan seorang pengendara sepeda motor di depan TMP Kalibata.

Baca Juga:  Tim Opsnal Polsek Wenang Polresta Manado, Menangkap Seorang Wanita Terduga Pelaku Pencurian

Tak lama berselang, sebuah mobil berhenti di dekat mereka, lalu beberapa orang keluar dan langsung melakukan pengeroyokan. Aksi brutal tersebut berlangsung cepat dan membuat kedua korban tersungkur. Salah satu dari mereka meninggal dunia di tempat kejadian.

Setelah melakukan pengeroyokan, para pelaku langsung melarikan diri, begitu pula dengan pengendara motor yang sempat dihentikan kedua matel tersebut. Rekaman video yang beredar memperlihatkan situasi kacau usai kejadian, termasuk upaya warga memadamkan api yang membakar tenda dan motor.

Polisi Masih Kumpulkan Bukti

Hingga Kamis malam, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berusaha mengumpulkan keterangan saksi untuk menelusuri identitas pelaku pengeroyokan maupun pembakaran.

Baca Juga:  Momentum HKN 2026, Polres Bitung Teguhkan Komitmen Jadi Pelindung dan Pengayom Masyarakat

“Kami fokus pada dua peristiwa yang terjadi secara berurutan. Semua kemungkinan masih kami dalami,” kata Mansur.

Sementara itu, Polisi juga berkoordinasi dengan jajaran keamanan setempat untuk mencegah terjadinya aksi balasan lain yang dapat memperkeruh kondisi di kawasan tersebut.(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *