banner 728x250

Petani Pattallassang Gowa Bertahun-tahun Tak Pernah Terima Bantuan Bibit Padi, Keluhan Menguat Setiap Musim Tanam

Gowa-Lintassejahteranews.com — 8 Desember 2025 — Di hamparan sawah Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, musim tanam yang seharusnya menjadi awal optimisme bagi para petani justru membawa kembali keluhan lama yang belum terjawab. Sejumlah petani di wilayah tersebut menuturkan bahwa mereka tidak pernah menerima bantuan bibit padi dari Dinas Pertanian, meski program distribusi benih bersubsidi maupun bantuan pemerintah rutin diinformasikan di berbagai daerah.

Bagi para petani di Pattallassang, persoalan ini bukan sesuatu yang muncul semalam. Mereka menyebut kondisi tersebut berlangsung bertahun-tahun, terjadi dari satu musim tanam ke musim berikutnya tanpa ada kejelasan apakah wilayah mereka masuk dalam daftar penerima bantuan atau tidak.

Beban Biaya Meningkat

Tidak tersedianya bantuan bibit berdampak langsung pada biaya produksi. Para petani harus membeli benih secara mandiri, sementara harga bibit terus bergerak naik mengikuti musim. Bagi petani kecil, situasi ini kerap menjadi tekanan tambahan di tengah ketidakpastian hasil panen akibat cuaca maupun serangan hama.

Baca Juga:  DPD GMN Kota Kendari Mengajak Pemuda Melek Politik Sejak Dini Salurkan Minat dan Bakat Kencah Politik melalui Sayap PSI Kota Kendari

“Setiap kali musim tanam, kami mulai dengan beban baru. Bibit harus beli, pupuk juga mahal. Bantuan bibit tidak pernah sampai ke sini,” kata seorang petani yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku mendengar bahwa ada program bantuan tahunan, tetapi tidak mengetahui bagaimana mekanisme pendataan dan penyalurannya.

Petani lain mengatakan hal serupa. Menurut mereka, bantuan pemerintah akan sangat membantu, terutama untuk mengurangi biaya awal yang menjadi salah satu faktor penghambat petani menanam lebih cepat ataupun memperluas lahan garapannya.

Pentingnya Akses Bantuan Pemerintah

Sebagai salah satu kecamatan dengan lahan persawahan produktif, Pattallassang turut menyumbang produksi gabah bagi Kabupaten Gowa. Karena itu, ketiadaan bantuan bibit selama bertahun-tahun menimbulkan pertanyaan dari masyarakat, khususnya terkait pemerataan penyaluran dan mekanisme pengajuan bantuan.

Baca Juga:  Audit Total Perintah Presiden Prabowo Subianto Usai Kades di Jakarta

Sejumlah petani menilai bahwa pendataan penerima manfaat seharusnya dilakukan lebih dekat dengan realitas lapangan, termasuk melibatkan kelompok tani secara aktif. “Kalau memang ada kuota, kami berharap tidak dilewati begitu saja. Banyak petani kecil di sini yang benar-benar membutuhkan,” ujar seorang ketua kelompok tani setempat.

Menunggu Klarifikasi Pemerintah

Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Gowa mengenai keluhan yang disampaikan petani di Pattallassang. Tidak diketahui apakah wilayah tersebut memang tidak masuk dalam daftar penerima, atau terdapat kendala administratif seperti pendataan kelompok tani, verifikasi dokumen, atau distribusi di tingkat kecamatan.

Baca Juga:  Tim Wasops Itwasum Polri Datangi, Polda Bali Tegaskan kesiapan Total Operasi Ketupat 2026

Para petani berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan sekaligus membuka ruang dialog agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Bantuan bibit, bagi mereka, bukan sekadar program, tetapi pondasi awal untuk menjaga ketahanan pangan keluarga dan memastikan produksi pertanian tetap berjalan.(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *