banner 728x250
Berita  

Pemkab Maros Salurkan 10 Traktor Roda Empat ke Petani, Perkuat Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Maros,lintassejahteranews.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani sebagai upaya memperkuat produktivitas sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah. Kali ini, sebanyak 10 unit traktor roda empat (TR4) diserahkan kepada kelompok tani dari lima kecamatan, yakni Tompobulu, Mandai, Cenrana, Camba, dan Mallawa, Jumat (12/12/2025).

Bantuan tersebut merupakan fasilitasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang disalurkan setelah kelompok tani mengajukan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) serta melalui proses verifikasi teknis oleh Dinas Pertanian Kabupaten Maros.

Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, menegaskan bahwa keberadaan alsintan, khususnya traktor roda empat, memiliki peran strategis dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Maros yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan.

> “Alhamdulillah hari ini kita menyerahkan 10 unit TR4. Bantuan ini sangat membantu petani, apalagi Maros merupakan kabupaten penyangga pangan di tingkat provinsi,” ujarnya saat penyerahan.

Baca Juga:  Datu Luwu dan Kepala Daerah Hadiri Puncak Prosesi Balik Gandangna La’te Situju Lisa’na Luwu

 

Ia juga menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan milik pribadi pejabat daerah, melainkan murni program pemerintah pusat.

> “Ini murni bantuan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Pertanian. Jadi tidak benar jika ada yang menyebut alsintan ini milik bupati atau pejabat tertentu,” tegasnya.

 

Menurut Wakil Bupati, penyaluran alsintan ini selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

> “Di tingkat kabupaten, kita melanjutkan doa dan harapan besar Asta Cita Presiden Prabowo agar petani semakin kuat dan produksi pangan meningkat,” katanya.

 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, Kabupaten Maros telah menerima total 90 unit alsintan dari pemerintah pusat.

Bantuan tersebut terdiri atas:

65 unit traktor roda dua (TR2)

24 unit traktor roda empat (TR4)

serta tambahan 1 unit TR4 yang diserahkan pada tahap ini sehingga total 10 unit TR4 disalurkan pada penyerahan kali ini.

Baca Juga:  Ketua Umum DPP TKN Kecewa atas Absennya Sekda Lumajang; Soroti Potensi Kerugian Negara Akibat Inefisiensi Program MBG

> “Penyaluran alsintan ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani untuk meningkatkan produksi dan mewujudkan swasembada pangan,” ujar Jamaluddin saat kegiatan serah terima yang berlangsung di Gudang RMU Haji Sahabu, Dusun Bombongi, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai.

 

Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan disalurkan sesuai petunjuk teknis Kementerian Pertanian dan bukan berdasarkan penunjukan langsung.

> “Kelompok tani harus mengajukan proposal dan diverifikasi. Tidak semua yang mengajukan bisa langsung menerima bantuan,” jelasnya.

 

Salah satu penerima bantuan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Limapoccoe dari Kecamatan Cenrana, mengaku bersyukur setelah permohonan yang diajukan sejak dua hingga tiga tahun lalu akhirnya disetujui.

Ketua Gapoktan Limapoccoe, Haji Sahrial, menegaskan bahwa bantuan yang diterima merupakan hasil proses sesuai aturan.

> “Tidak benar kalau bantuan ini karena penunjukan. Kami melalui persyaratan dan proses yang panjang,” katanya.

 

Baca Juga:  Adang Daradjatun Anggota DPR RI komisi lll Fraksi PKS Bersama RAD Lakukan Kunker di Wilayah Krendang Tambora

Ia optimistis keberadaan traktor roda empat akan berdampak langsung pada peningkatan intensitas tanam di wilayahnya.

> “Selama ini kami hanya menggunakan traktor kecil sehingga pengolahan lahan memakan waktu lama. Dengan TR4, pengolahan lebih cepat. Yang sebelumnya hanya dua kali tanam, ke depan bisa menjadi tiga kali,” ujarnya.

 

Dengan tambahan alsintan tersebut, Pemkab Maros berharap produktivitas pertanian meningkat signifikan, efisiensi pengolahan lahan semakin baik, dan kesejahteraan petani terus terdorong seiring penguatan ketahanan pangan daerah.(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *